gambar pola lantai tari gending sriwijaya
KunciJawabannya adalah: B. Diagonal. Dilansir dari Ensiklopedia, Tari gending Sriwijaya menggunakan pola lantaitari gending sriwijaya menggunakan pola lantai Diagonal.
Gambar 1. Pola lantai adalah. A. berpindah atau bergeser idak beraturan B. secara kompak D. Tari Gending Sriwijaya. 33. Membuat penari agar tidak tabrakan saat menari merupakan salah satu tujuan dari . A. Pola lantai B. Koreografi C. Kostum D. Mimik wajah. 34. Tari klasik banyak menggunakan pola lantai .
Dream- Pola lantai dalam tari sangat diperlukan untuk dapat menguasai berbagai jenis tarian. Pola lantai ini akan menjadi patokan bagi sang penari. Sehingga mendapatkan gerakan yang indah. Pola lantai sering digunakan dalam tari berkelompok. Yang berfungsi untuk menghindari adanya tabrakan antar penari dan mengetahui gerakan selanjutnya.
PadaTari Gending Sriwijaya pola lantai yang digunakan adalah kombinasi antara pola lantai lurus yang kemudian berkembang menjadi pola lantai garis V. Ketika penari masuk untuk pertunjukan akan membentuk sebuah formasi garis lurus. Selanjutnya para penari bergerak membentuk pola lantai huruf V. Properti Tari Gending Sriwijaya
MundurGawang. Gerakan ketiga ini merupakan pamungkas untuk menutup pementasan Tari Serimpi. Dalam Mundur Gawang penari akan berjalan meninggalkan area pementasan sesuai dengan pola langkahnya. Adapun pola lantai Tari Serimpi adalah pola horizontal atau lurus. Dalam pementasan, para penari akan berbaris secara lurus dan tidak berpindah.
Site De Rencontres Pour Les Beaux. Tari Gending Sriwijaya menjadi salah satu ikon budaya yang berasal dari kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Disamping tarian khas lainnya yaitu tari Tanggai. Tarian ini termasuk tari berkelompok yang ditarikan oleh sembilan orang penari dengan berbagai peranan berbeda. Dari sinopsis gerakannya, tari Gending Sriwijaya menyimpan sejarah dan makna mendalam tentang kegemilangan Kerajaan Sriwijaya dan besarnya pengaruh ajaran Budha di masa itu. Salah satu ciri khas yang mencolok dari tari gending sriwijaya ini adalah kemegahan kostumnya dengan dominansi warna merah dan ornamen emas. Nah bagaimana detailnya? Simak terus ulasan dan gambarnya di bawah ini, ya! Sejarah Tari Gending SriwijayaKeunikan, Filosofi dan FungsiJumlah Penari dan Formasi TariRagam Gerak A. Gerakan Tari Awal 1. Sembah2. Jalan Keset 3. Kecubung4. Elang TerbangB. Gerakan Tari Pokok 1. Elang Terbang 2. Tutur Sabda3. Berkumandang 4. Tabur bunga 5. Borobudur6. Tafakur 7. Siguntang Mahameru8. Ulur Benang C. Gerakan Tari Akhir 1. Tolak Bala 2. Mendengar3. Sembah PenutupPola LantaiPenjelasan Kostum dan Propertinya 1. Busana Aesan Gede2. Busana Aesan Paksakong3. Busana Teluk Belango4. Dodot5. Pending6. Selendang Mantri7. Teratai8. Selempang9. Kalung Kebo Munggah10. Gelang11. Kelat Bahu12. Tanggai13. Kasuhun14. Pilis15. Tanjak16. Sanggul Malang17. Cempako dan Beringin18. Kelapo Tandan19. Bunga Rampai20. Tebeng21. Anting Susun Tiga22. Sewet Songket23. Rumpak24. Tepak25. Peridon26. Payung27. TombakTata RiasMusik dan Lagu Pengiring sanggarmusi Asal usul tari Gending Sriwijaya bermula dari permintaan pemerintah Jepang tahun 1942 untuk dibuatkan lagu dan tari penyambutan tamu yang khas dari Sumatera Selatan. Realisasi pembuatannya mulai dilakukan pada Oktober 1943 oleh seorang wartawan sekaligus sastrawan yang bernama Nuntjik atas perintah Letnan Kolonel Shida. Nuntjik kemudian berkolaborasi dengan komposer yang memiliki nama Ahmad Dahlan Mahibat jebolan toneel Bintang Berlian untuk menata musik sekaligus menuliskan teks lagu tersebut. Setelah selesai, syairnya disempurnakan kembali oleh Nuntjik dan diberikan judul Gending Sriwijaya. Penggarapan selanjutnya beralih ke pembuatan ragam gerak tarian, properti, desain baju dan tata rias yang di-handle oleh Miss Tina Haji Gung dengan bantuan Sukaenah A. Rozak, Akib serta R. Husin Natodorejo. Berbagai gerakan tari Gending Sriwijaya merupakan intisari dari unsur adat Batanghari Sembilan yang merujuk pada Palembang dan Sumatera Selatan sebagai asal daerah tariannya, kemudian dipadukan dengan gerak budhisme. Oleh karena itu, nilai budaya dalam tari Gending Sriwijaya ini sangat kental berkaitan dengan adat istiadat Palembang. Pementasan tari Gending Sriwijaya pertama kali dilakukan pada 2 Agustus 1945 di halaman Majid Agung Palembang untuk menyambut kedatangan Moh. Syafei dan Djamaludin Adi Negoro dari Bukit Tinggi. Keunikan, Filosofi dan Fungsi sanggarmusi Tari Gending Sriwijaya ditampilkan dengan vibes positif penuh keceriaan, keramahan dan penghormatan. Oleh karenanya tari Gending Sriwijaya ini difungsikan sebagai tarian sambut pada acara penting, beberapa upacara adat seperti pernikahan, serta menjadi media daya tarik wisata dan icon cultural dari Palembang. Setiap gerakan pada tarian ini memiliki filosofi dan makna yang berhasil ditampilkan untuk story telling nilai kehidupan manusia terhadap Tuhan, sekaligus merekonstruksi kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Keunikan yang sangat khas dari gerakan tari Gending Sriwijaya ini adalah ketika menjentikkan ibu jari dan jari tengah sesuai melakukan gerakan saling melepas sesuai ketukan irama. Hal ini mengandung filosofi bahwa masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan secara umum merupakan seseorang yang disiplin, pekerja keras dan kuat. Tarian ini juga menunjukkan ketaatan kepada Tuhan dari gerakan sembah, serta sikap hormat dan bertoleransi terhadap sesama yang diwujudkan dalam gerakan sembah berdiri. Selain itu, perlengkapan sekapur sirih juga memiliki makna yang mendalam. Misalnya sirih yang melambangkan sikap rendah hati dan tidak merugikan pihak lain dilihat dari cara hidupnya. Kemudian pinang yang berbatang lurus tanpa ranting menunjukkan budi pekerti dan loyalitas tinggi. Serta komponen gambir yang harus melalui pemrosesan terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa digunakan untuk menginang bersama sirih menjadi simbol kesabaran dan pantang menyerah dalam melalui proses mencapai kesuksesan. Dengan demikian, jika dirangkum nilai moral dan nilai budaya dalam tarian Gending Sriwijaya ini terdiri dari sifat tawakal, peduli, rendah hati, kerja sama, rukun, sabar, setia, mandiri dan kuat. Jumlah Penari dan Formasi Tari sanggarmusi Tari Gending Sriwijaya merupakan salah satu seni tari tradisional yang berasal dari Palembang. Tarian ini ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, 3 penari laki, serta seseorang yang menyanyikan lagu Gending Swijiaya sehingga total talent-nya ada 13 orang. Penari perempuan yang berjumlah sembilan ini merupakan penari inti sebagai perlambang Batanghari Sembilan atau sembilan sungai di kawasan Sumatera Selatan. Selain itu, jumlah ganjil ini juga merupakan simbol kesatuan dengan satu pemimpin, sebagai representasi sikap batin manusia di dunia yang dikendalikan oleh satu kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Satu penari berada di formasi paling depan membawa tepak berisi berbagai sekapur sirih, yang akan diberikan kepada para tamu sebagai ungkapan hormat sekaligus ucapan selamat datang. Keunikannya, masing-masing penari Gending Sriwijaya memiliki formasi tempat dan busana berbeda untuk setiap perannya. Formasi tersebut terbagi menjadi satu penari utama yang berada di urutan paling depan dengan membawa properti tepak, dua orang penari dengan peran membawa peridon, serta enam penari pendamping yang berada di sisi kanan dan kiri. Kemudian secara opsional formasi penari prianya membawa payung, dua orang dengan properti tombak, dan satu orang lagi yang menyanyikan lagu Gending Sriwijaya. Namun pada pertunjukan di dalam ruangan biasanya penari tambahan ini tidak ditampilkan. Ragam Gerak A. Gerakan Tari Awal 1. Sembah Gerakan ini pada tari Gending Sriwijaya dilakukan dalam dua jenis yaitu sembah dan sembah berdiri. Sembah berdiri dilakukan melalui gerakan tangan menangkup, kedua kaki berjinjit, dan posisi badan meredah yang disertai dagu sedikit menunduk. Gerakan sembah ini bermakna penghormatan kepada Tuhan dan sikap saling hormat menghormati sesama manusia. 2. Jalan Keset Saat melakukan jalan keset, kaki sebelah kanan digeser atau istilahnya ngeset ke arah depan sedikit menyerong ke kanan. Kaki kiri berjinjit dengan tangan diposisikan pada gerakan sembah. 3. Kecubung sukainahsriwijaya Gerakan kecubung pada gerak awal tari terdiri dari kecubung berdiri di bawah kanan dan kiri, serta kecubung berdiri atas kiri dan kanan. Gerakan kecubung dilakukan dengan menyilang tangan lalu mengayunkannya sehingga membentuk pola lingkaran. Posisi kecubung terbagi menjadi kecubung atas kiri dan kanan yang masing-masing perubahan pose ditandai dengan menjentikkan jari. 4. Elang Terbang sukainahsriwijaya Gerakan elang terbang dimulai dengan posisi kedua tangan menthang lalu diayun-ayun ke arah atas dan bawah sebanyak dua kali. Badan dalam posisi mendhak ketika gerakan ini dilakukan. B. Gerakan Tari Pokok 1. Elang Terbang Gerakan elang terbang juga dilakukan di gerakan tari pokok, dengan menambahkan gerak elang terbang duduk yang tidak ada di gerakan tari awal. Gerak elang terbang ini menjadi lambang sikap kuat dan teguh pendirian dalam melakukan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. 2. Tutur Sabda sukainahsriwijaya Tangan dari posisi menyilang diubah menjadi kebar dengan arah kanan, diikuti ukel dan ditarik ke depan badan. Tangan kemudian berposisi sembah, dimana selama bergerak pandangan mata mengikuti arah gerakan tangan. 3. Berkumandang Gerakan berkumandang dalam tari Gending Sriwijaya merupakan simbolisasi ajakan kepada penonton untuk menjunjung tinggi kebenaran dan terus melakukan kebaikan. 4. Tabur bunga Pada gerakan tabur bunga ini, mulanya tangan pada posisi menyilang dan diikuti dengan gerak tangan kanan seperti sedang menabur bunga, sementara tangan kiri tetap di depan dada. Saat gerakan ini ditarikan, posisi badan penari ke depan, sedikit mundur ke belakang, tepat di tengah, rebah kayu ke arah belakang dan duduk bersimpuh. Gerakan tabur bunga dalam tari Gending Sriwijaya ini bermakna setiap ilmu sekecil apapun harus disebarluaskan kebermanfaatannya. 5. Borobudur sukainahsriwijaya Tangan yang mulanya disilangkan lalu di-kebar-kan ke arah belakang, diikuti gerak ukel ke depan, dibawa pada posisi tumpang taling, menjentik dan membawa tangan kembali ke tengah. 6. Tafakur Gerakan tafakur dilakukan dengan memosisikan jari jari tangan membentuk lamabng Tri Murti. Gerak ini sebagai filosofi bahwa manusia diwajibkan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. 7. Siguntang Mahameru sukainahsriwijaya Gerkaan siguntang mahameru dilakukan dengan menyilangkan tangan yang kemudian dibawa ke samping badan. Tangan kanan diletakkan di atas kepala dan memosisikan tangan kiri di depan dada, lalu menghadap ke arah sebaliknya dengan menjentikkan jari saat perpindahan posisi. 8. Ulur Benang Gerak ular benang ditandai dengan tangan menyilang yang diikuti ayunan tangan seperti ketika mengulur benang. Gerakan ulur benang merepresentasikan budaya menenun songket yang menjadi kebiasaan perempuan di daerah Palembang. C. Gerakan Tari Akhir 1. Tolak Bala Gerakan tolak bala dilakukan sebagai simbolisasi penolakan terhadap segala sesuatu yang berdampak negatif terhadap kehidupan manusia. 2. Mendengar sukainahsriwijaya Saat gerakan mendengar, kedua tangan yang mulanya disilangkan lalu dibawa pada posisi tangan kanan ngiting dan diletakkan di bagian atas telinga kanan dengan tangan kiri tetap di depan dada. Badan diposisikan agak dicondongkan ke depan dan kepala sedikit menunduk. 3. Sembah Penutup sukainahsriwijaya Gerakannya dimulai dengan tangan menyilang, diikuti gerak ulur benang dalam posisi duduk, dilanjutkan tangan kanan melakukan gerakan kebar, ukel dan diakhiri dengan sembah. Pola Lantai sukainahsriwijaya Tari Gending Sriwijaya menggunakan kombinasi pola lantai lurus yang berkembang menjadi pola lantai garis V. Pada saat masuk ke area pertunjukan para penari membentuk formasi garis lurus. Selanjutnya bergerak dengan pola lantai garis membentuk huruf V dengan penari utama berada pada susunan paling depan. Interaksi dengan penonton dalam menghaturkan tepak dan peridon disatukan dengan gerakan tarian Gending Sriwijaya. Penjelasan Kostum dan Propertinya 1. Busana Aesan Gede sanggarmusi Desain baju aesan gede hanya digunakan oleh penari utama dalam tari Gending Sriwijaya. Merah dipilih sebagai warna primary hues yang merupakan warna pakaian adat khas yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan. 2. Busana Aesan Paksakong rumelpalembang Aesan paksakong dikenakan oleh penari pendamping tari Gending Sriwijaya. Bajunya dibuat dari beludru tabur payet berbentuk baju kurung sebagai bagian budaya Melayu, sehingga tidak mengenakan kemben songket seperti aesan gede. Mahkotanya pun berbentuk lebih sederhana daripada pasangan mahkota dalam balutan kostum aesan gede. 3. Busana Teluk Belango melayupalembang Teluk belango merupakan baju yang dikenakan oleh penari pelengkap laki-laki pada tari Gending Sriwijaya. Merupakan setelan baju panjang dan celana panjang yang dipadukan dengan kain songket ataupun sarung songket. 4. Dodot rumelpalembang Dodot atau juga disebut dengan kemben adalah salah satu perpaduan Jawa pada tari Gending Sriwijaya. Bentuknya persegi panjang yang dikenakan melilit bagian dada sampai pinggang dengan cara angkinan. 5. Pending Surtia Ningsih 2013 Pending merupakan pengertian dari ikat pinggang para penari yang terbuat dari bahan dasar kuningan. Pending berbentuk untaian lempengan berbentuk persegi yang dipenuhi dengan ukiran berbagai motif tumbuhan dan hewan. Bagian depan pending berbentuk persegi enam dengan ukuran lebih besar. 6. Selendang Mantri sanggarmusi Selendang mantri yang dikenakan penari tari Gending Sriwijaya dibuat dari kain songket Palembang. Pemakaiannya bisa diikatkan ke pinggang langsung atau dikaitkan pada bagian pending. 7. Teratai samaracollections10 Teratai merupakan penutup dada yang dibuat dari kain beludru dengan aksen motif payet ataupun manik – manik. Teratai biasanya berwarna merah dengan payet berwarna keemasan sehingga terlihat sangat mewah. 8. Selempang Surtia Ningsih 2013 Selempang digunakan menyilang di luar busana yang dikenakan para penari tari Gending Sriwijaya, baik yang mengenakan aesan gede maupun aesan paksakong. Selempang terbuat dari kain beludru berukuan 15 x 150 cm dengan ornamen hias berupa lempengan berwarna keemasan yang diukir cantik. 9. Kalung Kebo Munggah gendingwedding Kalung kebo munggah atau tapak jajo ini bersusun tiga dengan bagian bawah berukuran paling besar. Memiliki warna emas dengan masing-masing bagian merupakan perlambang strata sosial kerajaan, dimulai dari raja di susunan paling atas. 10. Gelang gendingwedding Penari Gending Sriwijaya memakai tiga jenis gelang pada pergelangan tangannya. Nama gelang tersebut adalah gelang gepeng berwujud pipih, gelang sempuru berwujud seperti duri pada kulit durian dan gelang kano berwujud bulat dengan ornamen ukir. 11. Kelat Bahu gendingwedding Kelat bahu pada tari Gending Sriwijaya berbentuk gelang dengan hiasan berbentuk burung. Warnanya keemasan dan dipasangkan di bagian bahu pada lengan kanan maupun kiri. 12. Tanggai elpizo_alia_photovideo Tanggai merupakan aksesoris yang terbuat dari bahan kuningan, perak atau logam lain. Tanggai ini dipasang pada ujung jari untuk membuat jari-jari penari lebih lentik dan manis. Uniknya, tanggai hanya dipakaikan pada jari manis, telunjuk, kelingking dan jari tengah baik di tangan kanan maupun tangan kiri. 13. Kasuhun sukainahsriwijaya/ Kasuhan merupakan aksesoris hiasan kepala yang dibuat dari kuningan, perak atau logam berwarna keemasan lain. Kasuhun dilengkapi dengan ornamen burung garuda di bagian tengah. Kasuhan ini hanya digunakan oleh penari utama tari Gending Sriwijaya. 14. Pilis rumelpalembang Pilis juga merupakan hiasan kepala serupa kasuhan tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dan sederhana. Kalis hanya digunakan oleh para penari pendamping dalam tari Gending Sriwijaya. 15. Tanjak yusmanpilus Tanjak merupakan penutup kepala yang dikenakan penari laki-laki tari Gending Sriwijaya. Tanjak terbuat dari bahan kain songket berbentuk persegi panjang kemudian dibentuk mengelilingi kepala dengan bentuk mengerucut di bagian depan. 16. Sanggul Malang Surtia Ningsih 2013 Tata rambut hairdo para penari perempuan Gending Sriwijaya mengenakan sanggul malang. Sanggul malang ini dilengkapi dengan berbagai aksesoris berwarna keemasan. 17. Cempako dan Beringin samaracollections10 Aksesoris di atas sanggul malang terdiri dari cempako yang berbentuk bunga dan dikombinasikan dengan beringin dalam satu set. 18. Kelapo Tandan Surtia Ningsih 2013 Kelapo tandan juga merupakan hiasan kepala yang ditancapkan pada sanggul berbentuk bunga dan daun dalam satu set. Kelapo tandan ini merupakan perlambang kasih sayang dan gotong royong. 19. Bunga Rampai rumelpalembang Bunga rampai merupakan hiasan kepala bagian belakang yang menggunakan roncean bunga dengan perpaduan warna kuning, merah dan hijau. 20. Tebeng triasihkrisna. Tebeng adalah roncean bunga yang biasanya adalah jenis bunga melati. Tebeng dikenakan di sisi kanan dan kiri mengait pada karsuhun. 21. Anting Susun Tiga Surtia Ningsih 2013 Penari menyematkan anting bersusun tiga yang berbentuk bulan dan bintang sebagai hiasan telinga. 22. Sewet Songket sanggarmusi Sewet songket merupakan bawahan yang dikenakan oleh penari dengan motif lepus berdesain songket dengan benang emas penuh di seluruh kain. 23. Rumpak pondok_tenun Rumpak adalah kain songket khusus yang dikenakan oleh penari laki-laki Gending Sriwijaya dengan tumpal kain diposisikan di bagian belakang. Untuk penari yang sudah menikah, rumpak digunakan sampai di bawah lutut, sedangkan pada penari lajang dipakai sebatas lutut saja. 24. Tepak sanggarmusi Tepak merupakan sebuah wadah bertutup dengan berbentuk persegi yang terbuat dari bahan kayu. Dinding luar tepak diberikan ornamen hias berupa ukiran corak Palembang. Di dalam tepak ditempatkan beberapa cupu wadah yang lebih kecil yang masing-masing diisi sirih, kapur, pinang, gambir dan daun sirih untuk menginang. Isian tepak ini dikenal dengan nama sekapur sirih sebagi bentuk penghormatan sekaligus welcome drink yang akan diberikan kepada para tamu kehormatan. 25. Peridon sukainahsriwijaya Peridon atau disebut juga pridon adalah bagian dari perlengkapan tepak sebagai tempat sepahan. Bahan pembuatan peridon diambil dari jenis kuningan. 26. Payung mahligai_entertainmen_dancer Payung ini dibawa oleh salah seorang penari laki-laki sebagai pengawal penari utama ketika memberikan sekapur sirih dalam tepak kepada para tamu. Payung ini menjadi simbol kebesaran yang mampu memberikan perlindungan terhadap sosok kehormatan. 27. Tombak Surtia Ningsih 2013 Tombak juga merupakan salah satu properti tari Gending Sriwijaya yang dibawa oleh dua orang laki-laki dengan posisi di bagian kiri dan kanan belakang. Tombak digunakan sebagai lambang keperwiraan yang memberikan rasa aman. Tata Rias bedirudat Penari Gending Sriwijaya dilengkapi dengan riasan cantik corrective make-up untuk memunculkan kesan putri jelita yang anggun dan elegan. Ciri khas dari tata rias penari Gending Sriwijaya aalah menggunakan eye shadow berwarna cokelat atau hijau sebagai dasarnya. Musik dan Lagu Pengiring dewanti_twin Asalnya musik pengiring tari Gending Sriwijaya adalah menggunakan gamelan lengkap dengan kendang melayu, gong, bass, accordion dan biola yang kemudian diikuti oleh seorang yang membawakan lagu Gending Sriwijaya secara langsung. Namun, fungui tersebut sekarang sudah diantikan dengan tape recorder dengan tetap mempertahankan musik dan lagu yang sama. Adapun lirik lagu dari Gending Sriwijaya yang diciptakan oleh A. Dahlan Mahibat dengan berkolaborasi bersama Nuntjik tersebut ditampilkan pada uraian di bawah ini. Dikala ku merindukan keluhuran dahulu kala Kutembangkan nyanyi dari lagu Gending Sriwijaya Dalam seni kunikmatkan lagi zaman bahagia Kuciptakan kembali dari kandungan Mahakala Sriwijaya dengan asrama agung Sang Mahaguru Tutur sabda dharmaphala satyakirti dharma kirti Berkumandang dari puncaknya Siguntang Maha Meru Menaburkan tuntunan suci Gautama Budha Sakti Borobudur candi pusaka zaman Sriwijaya Saksi luhur berdiri tegak kokoh sepanjang masa Memasyurkan Indonesia di Benua Asia Melambangkan keagungan sejarah nusa dan bangsa Taman sari berjenjang emas Perlak Syri Kesyatra Dengan Kolam Pualam bagai di Syorga Indralaya Taman Putri turunan Maharaja Syailendra Mendengarkan nyanyi Irama Lagu Gending Sriwijaya Dari berbagai foto yang ditampilkan di atas, terlihat sekali betapa indah dan ikoniknya tari Gending Sriwijaya yang berasal dari Palembang ini. Terlepas dari segala polemik yang menyertainya, semoga tari Gending Sriwijaya ini tetap bertahan dari gerusan zaman sampai di masa mendatang nanti.
Oleh Yopi Nadia, Guru SDN 106/IX Muaro Sebapo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi - Tarian Gending Sriwijaya biasanya ditarikan oleh sembilan penari perempuan sebagai simbolisasi dari sembilan sungai di Sumatera Selatan. Selain itu, ada dua orang laki-laki yang mengenakan busana lengkap dengan payung dan tombak, yang bertugas mengawal penari. Salah satu penari akan membawa tepak yang berisi sekapur sirih untuk memberikan penghormatan kepada tamu yang dianggap istimewa. Gerakan utama dalam Tari Gending Sriwijaya adalah membungkuk dan berlutut, dengan beberapa gerakan yang disertai senyum dan pergelangan tangan yang gerakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Selain itu, sabuk hias juga digunakan sebagai pelengkap dan penguat kostum penari. Baca juga Dek Sangke dan Cuk Mak Ilang, Lagu Daerah Sumatera Selatan Makna tari Gending Sriwijaya Beberapa makna gerakan tari Gending Sriwijaya, adalah Jentikan ibu jari dan jari tengah Penari akan menjentikkan ibu jari dan jari tengah mereka sesuai irama. Lantas, mereka akan melepas jentikkan tersebut. Adapun arti dari gerakan ini adalah kerja keras dan kedisiplinan yang tertanam dalam diri masyarakat Palembang. Gerakan sembah berdiri Makna dari gerakan ini adalah masyarakat Palembang merupakan masyarakat yang taat akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Ditambah, gerakan ini juga menggambarkan sikap toleransi yang dimiliki masyarakat Palembang terhadap sesamanya.
- Tari Gending Sriwijaya merupakan tarian tradisional dari Palembang, Sumatera Selatan. Tari tradisional ini digunakan untuk menyambut tamu para raja yang tak hanya indah namun penuh dengan juga Tari Hudoq Asal Dayak, Tarian Pengusir Hama Bernuansa Mistis Budaya penyambutan tamu besar dengan tarian ini ternyata sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Sejarah Tari Gending Sriwijaya Melansir laman resmi sejarah Tari Gending Sriwijaya muncul dari permintaan pemerintah Jepang agar Hodohan Jawatan Penerangan Jepang menciptakan tari dan lagu untuk menyambut tamu secara resmi. Baca juga Tari Kejei Asal Bengkulu Sejarah, Rangkaian, dan Makna Gerakan Tarian ini digagas dari tahun 1942 hingga 1943 dan sempat terkendala akibat kondisi politik di tanah air. Baru pada bulan Oktober 1943 ditindaklanjuti ketika Shida menunjuk Nungtjik yang merupakan Wakil Kepala Hodohan pengganti Su’ud. Baca juga Tari Tide-tide dari Maluku Utara, Sejarah, Gerakan, Makna, dan Kostum Penari Nungtjik yang dikenal sebagai seorang sastrawan dan wartawan kemudian mengajak Achmad Dahlan Mahibat, seorang komponis putra Palembang asli yang pandai bermain biola dari kelompok seni toneel Bangsawan Bintang Berlian untuk bersama-sama membuat lagu terlebih dulu. Setelah lagu selesai, kemudian dibuatlah syair lagunya oleh A. Dahlan Mahibat dan disempurnakan Nungtjik Setelah lagu dan syairnya tercipta, kemudian dibuatlah gerak tari dan properti serta busananya. Miss Tina haji Gung memilih properti dibantu oleh Sukaenah A. Rozak seorang ahli tari. Sementara pengarah gerak dikerjakan budayawan RM Akib dan R Husin berlangsung di gedung Bioskop Saga hingga pada bulan Mei 1945 tari ini dipertunjukkan di hadapan Kolonel Matsubara, Kepala Pemerintahan Umum Jepang. Para penari uji adalah para nyonya pejabat dibantu oleh anggota grup Bangsawan Bintang Berlian. Hingga akhirnya Tari Gending Sriwijaya dipertunjukkan secara resmi pada 2 Agustus 1945. Tarian digunakan untuk menyambut pejabat-pejabat Jepang dari Bukit Tinggi yang bernama dan Djamaludin Adi Negoro di halaman Masjid Agung Palembang. Dalam pagelaran tari tersebut, “Tepak” yang berisi kapur, sirih, pinang dan ramuan lainya dipersembahkan sebagai ungkapan rasa bahagia. Sejak saat itulah Gending Sriwijaya dikenal sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu resmi pemerintahan yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Jumlah Penari dan Properti Tari Gending Sriwijaya Subhan Putra Tari gending Sriwijaya menjadi salah satu acara pembukaan Festival Sriwijaya 2017 di Benteng Kuto Besak BKB. Melansir laman Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, jumlah penari Gending Sriwijaya ada 9 orang yang diiringi dengan dua pengiring yang membawa payung dan tombak. Properti yang dibawa penari Gending Sriwijaya adalah busana adat aesan gede, selendang mantri, paksangkong, dodot dan tanggai. Makna Tari Gending Sriwijaya Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang tak hanya dibuat untuk menghibur penontonnya. Tarian ini melukiskan rasa gembira gadis-gadis Palembang saat menyambut para tamu agung. Selain itu tepak yang berisi kapur, sirih, pinang dan ramuan lainnya dipersembahkan kepada tamu sebagai ungkapan rasa bahagia. Tarian ini terasa begitu indah dengan alunan syair dan permainan gamelan dari lagu Gending Sriwijaya. Saat ini makna Tari Gending Sriwijaya tak hanya digunakan sebagai penyambut tamu kerajaan saja, namun juga digunakan dalam berbagai upacara seperti pernikahan, pesta rakyat, maupun festival kesenian. Sumber Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
tari gending di bawah ini menggunakan gerakan tari dengan pola - Perhatikan gambar di samping! Tari Gending Sriwijaya menggunakan pola lantai… A. Diagonal B. - Temukan Berbagai Tari Daerahmu dan Sebutkan Pola Lantai Tariannya! Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 6 SD Hal 14 & 15 - Portal Jember - Halaman 2 ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Video Gerakan Tari Gending Sriwijaya Palembang - Di Palembang Pola Lantai dalam Seni Tari English Class tari Gending Sriwijaya pada gambar diatas menggunakan pola lantai diagonal karena… - Tari Gending Sriwijaya PDF Edisi Kedua Pola Lantai Dalam Tari [Jawaban Buku Siswa Kelas 6 Tema 2 Subtema 1 Halaman 14] - Guru Baik ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Tarian Sumatera Selatan tari gending sriwijaya sumatera selatan RPP BDR 1 Lembar Kelas 6 Tema 2 Sub Tema 1 PB 2 SD/MI K 13 Rev 2018 - gelap terang Pola Lantai Tari Adalah ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Penerapan Pola Lantai Pada Gerak Tari Seni Budaya Kelas VIII Semester Genap - YouTube Tari Gending Sriwijaya - YouTube Macam-Macam Pola Lantai Tari beserta Gambar dan Contohnya - Tari Gending Sriwijaya Sejarah, Makna, Gerakan dan Properti ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Tari Gending Sriwijaya - Mobile Asal-usul Tari Gending Sriwijaya – Wartaindonews SBDP Tema 4 Kelas 5 Arts - Quizizz √ Pola Lantai Tari Pengertian, Fungsi, Macam-Macam, dan Contohnya … KUNCI Jawaban Tema 7 Kelas 4 Halaman 57 59 & 60 61 Buku Paket Siswa Indahnya Keragaman di Negeriku - Halaman 3 - Mengenal Tarian Daerah Lanjutan 2 BIANGLALA ILMU Macam-Macam Pola Lantai Dalam Seni Tari Daerah - Sanjayaops Pola Lantai - Pola Lantai Tari By VannisaPosted on Pola Lantai Tari perlu diketahui dan dipelajari oleh seseorang yang ingin menguasai tarian Course Hero Kata dan Data Tari Persembahan Sedulang Setudung Irwan P. Ratu Bangsawan’s Journal Ulasan Lengkap Tari Gending Sriwijaya Sumatera Selatan - Di Palembang 10 Contoh Pola Lantai dalam Kesenian Tari Adat Nusantara DUNIA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN MATERI TEMA 2 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2 KELAS 6 Macam Pola Lantai dalam Tari Tradisional yang Wajib Diketahui Tari Gending Sriwijaya - YouTube 10 Contoh Pola Lantai dalam Kesenian Tari Adat Nusantara Budaya Kita Materi Ajar Kelas 6 E , Rabu 19 Agustus 2020 Pola Lantai Tarian Daerah - YouTube ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Tari tanggai dari Palembang Sumatera Selatan menggunakan pola lantai? - √ Tari Gending Sriwijaya Properti, Gerakan dan Pola Lantai Tari Gending Sriwijaya, Tarian Tradisional Khas Sumatera Selatan ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video UH SBdP Kelas 6 Tema 2 Subtema 1 Arts Quiz - Quizizz ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Tari Gending Sriwijaya Menggunakan Pola Lantai - Sarana Pendidikan Menuju Indonesia Gemilang Nama tarian 1 tari gending sriwijaya 2 tari saman 3 tari indang 4 tari ma’badong Tarian yang - Tari Tanggai - Sejarah, Properti, Gerak Tari dan Gambarnya - Neprona ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Pengertian Pola Lantai Adalah Bagian Unsur Tari, Ketahui Fungsi dan Macam-Macamnya - Macam Pola Lantai dalam Tari Tradisional yang Wajib Diketahui Contoh tarian yang menggunakan pola lantaidi atas adalah tari Gending Sriwijaya dari…. - NILAI-NILAI ETIK DAN MORAL DALAM TARI GENDING SRIWIJAYA DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA PALEMBANG - PDF Download Gratis tentukan pola lantai pada tarian-tarian di bawah ini ! - Tari Gending Sriwijaya Tarian Daerah Sumatera Selatan - Senibudayasia ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video √ Tari Gending Sriwijaya Properti, Gerakan dan Pola Lantai Cari Jawaban Soal Kelas 4 Tema 7 Subtema 2 Pengertian Pola Lantai dan Jenisnya, Ini Contoh Pola Lantai pada Tari Legong dan Tari Saman - Semua Halaman - Bobo ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Pola Lantai Tari Tradisional Halaman 13 - BELAJAR KURIKULUM 2013 ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Kelas 6 Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 5 - BLOG SUSANTO √ Tari Gending Sriwijaya Properti, Gerakan dan Pola Lantai 6 Tari Adat Tradisional Sumatera Selatan - Sering Jalan Tari Gending Sriwijaya Menggunakan Pola Lantai Apa - Sarana Pendidikan Menuju Indonesia Gemilang ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video 10 Contoh Pola Lantai dalam Kesenian Tari Adat Nusantara apa pola lantai tari gending sriwijaya - Nama Tarian Pola LantaiGawiGending SriwijayaIndangKecakRandaiPendetTari PiringSekapur sirihSerimpiYospantarian tersebut memiliki Gending Sriwijaya, Tari Kolosal Penyambut Tamu Raja - Indonesia Kaya Mengenal Asal dan Pola Lantai Tari Indang - Neprona ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Pola lantai tari gending sriwijaya adalahPlis jwb dikumpul besok - ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video 1 Temukan berbagai tari daerahmu! Sebutkan pola lantai tariannya!2 Praktikkan pola lantai satu - ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Mengenal Jenis Pola Lantai dalam Tari Tradisional KURIO ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Soal Pola Lantai Tari Daerah Kelas 6 SD – Osnipa Pola Lantai Seni Tari Fungsi dan Macamnya sebutkan paling sedikit 10 pola lantai - ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Tari Sumatera Selatan » Greatnesia Macam-Macam Pola Lantai Seni Tari, Pengertian, dan Unsurnya - Hot Macam-Macam Pola Lantai dalam Gerak Tari Daerah dan Contohnya - Semua Halaman - Bobo Jenis Pola Lantai, Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 2 Subtema 1 halaman 12, 13, 14 - Ringtimes Bali - Halaman 2 Pola lantai yang digunakan pada karya tari kreasi diatas … Latihan Soal Online Tari Gending Sriwijaya menggunakan pola lantai…• Tari tanduk berasal dari…• Pola lantai - Tari Tanggai Pengertian, Sejarah, Keunikan, Gerakan dan Fungsinya Pembelajaran 2 Tema 7 Subtema 2 Indahnya Keragaman Budaya Negeriku √ Tari Tanggai, Bentuk Penghormatan Tamu Dari Sumatera Selatan ![Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video] Lengkap] Tari Gending Sriwijaya Asal, Properti, Pola Lantai + Video Macam-Macam Pola Lantai Dalam Tarian Daerah Serta Contohnya - Semua Halaman - Kids Sebutkan asal daerah dan pola lantai tari Gending Sriwijaya
Adahobi, Tari gending sriwijaya – tari gending sriwijaya menjadi tarian peyambutan untuk tamu-tamu istimewa yang berkunjung. Tari gending sriwijaya yang berasal dari Palembang ini memiliki makna yang cukup dalam. Kali ini kita akan sama-sama membahas tentang tari gending sriwijaya secara lebih mendalam lagi. Dimulai dari sejarah adanya tari gending sriwijaya, makna yang terkandung didalamnya dan banyak hal lainnya. Sejarah Tari Gending Sriwijaya Tari gending sriwijaya ini berasal dari Palembang tepatnya dari sebuah Kerajaan Sriwijaya yang dimana sudah ada sejah zaman dahulu kala. Sebelum adanya tari gending sriwijaya ini dahulu ada yang namanya tarian Tanggai yang memiliki sifat sakral dan suci. Dimana tarian ini ditampilkan untuk sebuah persembahan dan juga penyambutan pada masa Kerajaan Sriwijaya. Saat penjajahan Belanda di Indonesia, ada peraturan yang menetapkan bahwa perempuan dilarang menari. Tari Tanggai ini yang semula diisi oleh para penari wanita diubah menjadi tarian yang para penarinya adalah pria. Saat penjajahan Jepang di Indonesia ada peraturan baru lagi yang muncul dimana tari Tanggai ini tidak boleh ditampikan. Setelah larangan ini, Penjajah Jepang meminta kepada masyarakat Palembang untuk membuat tarian baru dengan iringan musik sebagai tarian penyambutan di Palembang. Di tahun 1943, Tina Haji Gong berserta Sukinah A. Rozak mulai meracik dan terciptalah tari gending sriwijaya ini. Kosep tari gending sriwijaya ini terbentuk dari gabungan unsur tari adat yang sudah ada sebelumnya di Palembang. Gerakan gerakan yang digunakan pada tari gending sriwijaya ini menggunakan unsur gerakan Buddhisme dan gerakan tapa Budda. Dimana pada saat itu Kerajaan Sriwijaya masih mempercarai agama Budda. Selain itu ada juga unsur dari adat Batanghari Sembilan yang diambil dari Sembilan sungai di Sumatera Selatan. Batanghari sembilan ini ditampilkan dengan jumlah para penari yang juga sembilan. Iringan musik tradisional tari gending sriwijaya ini diracik oleh A. Dahlan Muhibat dan Nungcik AR sebagai pencipanya syair lagu tari gending sriwijaya. Lagu dan tari gending sriwijaya ini selesai pada tahun 1994. Dan pertama kali ditampilkan pada acara penyambutan kedatangan para pejabat pemerintah di halaman Masjid Agung Palembang pada tanggal 2 agustus tahun 1945. Filosofi dan Makna Tari Gending Sriwijaya Tari gending sriwijaya memiliki fungsi sebagai tari penyambutan para tamu sekaligus sebagai tari kesenian. Adapun makna tari gending sriwijaya terdapat pada setiap gerakan tariannya dan juga terdapat filosofi yang bisa kita bahas. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita bahas. 1. Gerakan Sembah Berdiri Salah satu gerakan yang paling mencolok adalah gerakan sembah berdiri. Para penari melakukan gerakan ini memilki makna bahwasannya masyarakat Sumatera Selatan khususnya daerah Palembang memilki rasa ketaatan yang besar keapda Tuhan. Selain itu makna lainnya adalah sikap toleransi yang bisa disimbolkan oleh gerakan sembah berdiri. Itulah makna pertama dari tari gending sriwijaya. 2. Jentikan Ibu Jari dan Jari Tengah Gerakan tari gending sriwijaya selanjutnya adalah gerakan dengan ibu jari dan jari tengah. Dimana gerakan ini disebut dengan gerakan jentikan ibu jari dan jari tengah yang dilakukan seirama dengan musik tradisional yang mendampingi. Makna dari gerakan tari gending sriwijaya jentikan ibu jari dan jari tengah adalah sebagai perlambangan kedisplinan dan kerja kerjas masyarakat Palembang Sumatera Selatan. Tantu hal ini menjadi gerakan positif dalam tari gending sriwijaya. 3. Makna Sekapur Sirih Daun sirih termasuk kedalam properti yang nantinya akan digunakan dalam tari gending sriwijaya dimana bermakna akan kerendahan hati. Hal ini bisa kita lihat dengan bagaimana tanaman sekapur sirih ini berkembang. Dimana pertumbuhannya tidak merusak lingkungannya, makna lain dari sekapur sirih adalah dari batangnya yang dimana melambangkan tetang loyalitas dan budi pekerti yang bisa dilihat dari penggunaan batang pinang yang lurus. Sedangkan kesabaran dan sikap pantang menyerah demi mencapai kesuksesan digambarkan oleh komponen gambir, yang sebelumnya diproses dahulu sebelum kemudian digunakan menginang bersama sirih. Secara kompleks tari gending sriwijaya ini memiliki makna bahwa sifat masyarakat Palembang Sumatera Selatan memiliki jiwa tawakal, peduli, rendah hati, saling bekerja sama, mandiri, rukun dan kuat gotong royong. Gerakan Pola Lantai Tari Gending Sriwijaya Gerakan pola lantai tari gending sriwijaya menggunakan kombinasi pada pola lantai lurus dan berkembang menjadi pola lantai garis seperti V. Pada awal masuk untuk pertunjukan para penari membentuk formasi garis lurus. Gerakan selanjutnya adalah bergerak dengan pola lantai untuk membentuk pola huruf V. Penari gending sriwijaya utamanya berada pada posisi paling depan. Terdapat interaksi dengan penonton saat menghaturkan tepak dan peridon yang disatukan pada gerakan tari gending sriwijaya. Biasanya dalam pagelaran tari tersebut akan ada musik yang mengiringi tari gending sriwijaya yaitu perpaduan alat musik gamelan dan suara vokal yang akan menggambarkan kegembiraan serta ungkapan rasa syukur atas kesejahteraan yang diberikan. gambar Pada umumnya penari tari gending sriwijaya menggunakan kostum Asean Gede. Tapi juga bisa menyesuaikan pentampilan pakaiannya tergantung dimana tari gending sriwijaya akan ditampilkan. Perlengkapan pada busana tari gending sriwijaya terdapat, selendang mantri yang dilingkarkan pada pinggang dan juga gelang paksangkong yang berbahan baku emas atau kuningan. Lalu properti tari yang digunakan sebagai berikut. Tari gending sriwijaya menggunakan properti seperti tepak berisikan kapur, sirih dan pinang. Lalu ada juga peridon kuningan. Payung kebesaran yang digunakan untuk memayungi penari utama waktu menghantarkan tepak yang diberikan kepada tamu yang disambut. Ada juga tombak yang digunakan untuk mengawal penari selama mereka menampilkan seni tari gending sriwijaya sebagai penjagaan. Keunikan Tari Gending Sriwijaya gambar Salah satu yang akan kita bahas disini adalah mengenai keunikan tari gending sriwijaya. Tentunya setiap tarian tradisional di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, seperti tari kipas misalnya. Pada tari gending sriwijaya keunikan yang terletak pada jentikan tangan menggunakan ibu jari dan jari tengah. Adapun ciri utama dari tari gending sriwijaya ini sebenarnya terletak pada lagu pengiring berupa lagu gending sriwijaya khas Palembang Sumatera Selatanyang diciptakan oleh Nungcik AR. Kekompakan tim dengan pola lantai yang jumlah penari terdiri dari 9 orang wanita juga memiliki keunikan tersendiri. Itulah beberapa hal yang kita bahas tentang tari gending sriwijaya semoga bisa menjadi tambahan ilmu pengetahun kita tentang tari tradisional di Indonesia ya. Jangan malu dan ragu juga untuk kamu mengikuti tes tari gending sriwijaya. Karena hal ini menjadi hal positif dan kebudayaan yang tidak boleh hilang oleh budaya yang banyak masuk ke Indonesia saat ini. Tetap mempertahankan budaya seni tradisional atau bahkan membuatnya dikenal di dunia dan menjadikan Indonesia lebih dikenal di luar sana.
gambar pola lantai tari gending sriwijaya